The Characteristic of Toddlers with ARI Disease in Kanigaran Public Health Center, Probolinggo City
DOI:
https://doi.org/10.53713/nhs.v2i2.97Keywords:
Toddler, Characteristic, Respiratory InfectionAbstract
Toddlers are included in the age group that is very susceptible to infections, especially those that attack the respiratory tract. Acute respiratory infection (ARI) in developing countries is one of the factors that cause the high mortality rate for children under five. This study aims to describe the characteristics of children under five with ARI disease in the working area of the Kanigaran Health Center, Probolinggo City. The research design used this quantitative descriptive with a total sample of 146 medical record data. The sampling technique used a non-probability sampling technique with the quota sampling method. Collecting data using observation sheets. The results showed that toddlers with ARI were more common at the age of 1-3 years (71.2%), female gender (53.4%), non-LBW weight (88.4%), normal weight nutritional status (75 .3%), and complete status (57.5%). The characteristics of children under five in the Kanigaran Health Center Work Area, Probolinggo City are good. As a nurse, it is necessary to provide education to parents about the prevention of ARI, because currently, ARI has attacked many toddlers with good characteristics.
References
Aisyah N, Muttalib NU, & Amelia AR. Studi Epidemiologi dengan Pendekatan Analisis Spasial Terhadap Kejadian ISPA pada Anak Balita. Window of Public Health Journal. 1(6): 640-650.
Desiyana FD, Lubis Z, & Nasution E.(2018). Hubungan Kelengkapan Imunisasi dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sawit Seberang Kecamatan Sawitseberang Kabupaten Langkat Tahun 2017. Gizi, Kesehatan Reproduksi dan Epidemiologi. 1-7.
Halim Y, & Pambudi W. Hubungan Status Gizi dengan Prevalensi ISPA pada Anak Usia 6-24 bulan di Puskesmas Wilayah Kota Administratif Jakarta Barat Periode Januari-April 2017. Tarumanagara Medical Journal. 1(2): 428-433.
Hidayatullah LM, Helmi Y, & Aulia H. (2016). Hubungan Antara Kelengkapan Imunisasi Dasar dan Frekuensi Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita yang Datang Berkunjung ke Puskesmas Sekip Palembang 2014. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan. 3(3): 182-193.
Imelda. (2017). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah dan Status Imunisasi dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Balita di Aceh Besar. Jurnal Ilmu Keperawatan. 5(2): 90-96.
Jaclyn A. (2018). Bahaya ISPA Terhadap Tumbuh Kembang Anak. Diakses pada tanggal 28 Januari 2021 dari https://ultramimi.com/knowledge/detail/bahaya-ispa-terhadap-tumbuh-kembang anak# :~:text=ISPA%20dan%20Gangguan%20Tumbuh%20Kembang,untuk%20menunjang%20proses%20tumbuh%20kembang
Kemenkes RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia 2016, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diunduh tanggal 1 Desember 2020 dari http://www.depkes.go.id/ resources/download/pusdatin/profil- kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan- Indoesia-2016.pdf.
Kemenkes RI. (2018). Laporan Provinsi Jawa Timur Riskesdas 2018. Jakarta: Badan penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI.(2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Maharani D, Yani FF, & Lestari Y. (2017). Profil Balita Penderita Infeksi Saluran Nafas Akut Atas di Poliklinik Anak RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2012-2013. Jurnal Kesehatan Andalas. 6(1): 152-157.
Mahendrayasa IGAP, & Farapti. (2018). Hubungan Antara Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Atas pada Balita di Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi. 6(3): 227-235.
Nasution AS. (2020). Aspek Individu Balita dengan Kejadian ISPA di Kelurahan Cibabat Cimahi. 103-108.
Niki I, & Mahmudiono T. (2019). Hubungan Pengetahuan Ibu dan Dukungan Keluarga Terhadap Upaya Pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health promotion and Health Education. 7(2): 182-192.
Ninta. (2020). Jangan Disepelekan!Ini Dampak Serta Komplikasi Penyakit ISPA Pada Balita. Diakses pada tanggal 28 Januari 2021 pada https://www.orami.co.id /magazine/jangan-disepelekan-ini-dampak-serta-komplikasi-penyakit-ispa-pada-balita/.
Nora E, Evy M, & Theresia I. (2018). Faktor-Faktor Intrinsik dan Ekstrinsik Kejadian Infeksi Saluran Nafas pada Balita. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI). 3(2).
Pemerintah Kota Probolinggo. (2014). Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur jangka Menengah (RPI2-JM)Bidang Cipta Karya. Kota Probolinggo.
Puskesmas Kanigaran. (2020). Laporan Bulanan Program Pengendalian ISPA Puskesmas Kanigaran Tahun 2017-2019. Kota Probolinggo.
Putri MDA, & Adriyani R. (2018). Hubungan Usia Balita dan Sanitasi Fisik Rumah Dengan Kejadian ISPA di Desa Tumpel Kabupaten Mojokerto Tahun 2017. The Indonesian Journal Public Health. 13(1): 95-106.
Retnowati M. (2019). Hubungan Antara Status Gizi Balita dengan Kejadian Ispa (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) pada Balita di Puskesmas Karanglewas. Viva Medika. 12(1): 97-106.
Sari NI, & Ardianti. (2017). Hubungan Umur dan jenis Kelamin Terhadap kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di Puskesmas Tembilahan Hulu. An-Nadaa. 26-30.
Sienviolincia D, Suhanantyo, & Suyatmi. (2017). Frekuensi Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Berulang Mempengaruhi Status Gizi Balita di Kelurahan Jebres Surakarta. Nexus Kedokteran Komunitas. 6(2): 11-17.
Suci U, & Kuswandi K. (2016). Hubungan Status Imunisasi dan Status Gizi dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita. Jurnal Obstretika Scientia. 4(2): 489-507).
Sunarni N, Litasari R, & Deis L. (2017). Hubungan Status Gizi dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Margaharja Sukadana Ciamis. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia. 1(2): 70-75.
Syahidi MH, Gayatri D, & Bantas K. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Anak Berumur 12-59 Bulan di Puskesmas Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Tahun 2013. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia. 1(1): 23-27.
Utami PMN, Purniti PS, & Arimbawa IM. (2018). Hubungan Jenis Kelamin, Status Gizi dan Berat Badan Lahir dengan Angka Kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Banjarangkan II Tahun 2016. Intisasi Sains Medis. 9(3): 135-139.
Wibowo DA, & Ginanjar G. Hubungan Faktor Determinan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pneumonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Cipaku Kabupaten Ciamis Tahun 2020. Jurnal Keperawatan Galuh. 2(2): 43-52.
Yanti DE, & Sari N. (2018). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) pada Anak Balita Usia 1- 5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Nuban Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Dunia Kesmas. 7(4): 169-177.









